Cerita Sex ABG Pengantin Baru
kisah nyata Kisah Seks Kumpulan Foto Bugil Majalah Cerita Sex

Cerita Sex ABG Pengantin Baru

              Cerita Sex ABG Pengantin Baru

Cerita Seks , Cerita Seks Lengkap , Cerita Seks Dewasa , Cerita Mesum , Cerita Panas , Cerita Bokep , Cerita Ngentot , Ceritadaunmuda.club – Kali ini saya akan membagikan cerita seks sedarah dengan anak dengan judul “Cerita Sex ABG Pengantin Baru” yang pastinya akan meningkatkan nafsu dan libido seks para pembaca

Minggu kemarin aku mempunyai tetangga baru yang tinggal disamping rumahku.

Setelah aku

tanya-tanya ternyata yang pindah disamping rumahku tersebut adalah pasnagan suami istri

yang baru saja menikah.

Yang laki-laki namanya Nisfi umurnya sekitar 35 tahunan dan yang

wanita namanya

Diah umurnya sekitar 24 tahunan. Ketika aku pertama melihat mereka berdua

aku sudah mengetahui kalau jarak umur antara mereka berdua sangat jauh, terlihat dari

wajah laki-lakinya yang sudah menua.

Namun aku sangat tertarik sekali dengan wanitanya yang bernama Diah tersebut

Dia sudah

muda, cantik, dan juga memiliki tubuhyang sangat aduhai dengan postur tinggi sekitar

167cm, berat badan 57kg, dan tubunya dihiasidengan buah dada yang lumayan besar sekitar

36B dan juga pntatnya yang sangat menggoda,

tidak terlalu besar namun terlihat sangat

padat dan berisi. Sungguh aku sangat nafsu pada Diah.

Entah mengapa, tiba-tiba saja muncul pertanyaan nakal di otakku.

Apakah Istri seperti itu

memang memiliki kesetiaan yang benar-benar

tulus dan jauh dari pikiran macam-macam

terhadap suaminya?

Sebutlah misalnya berhayal pada suatu ketika bisa melakukan petualangan

seksual dengan lelaki lain?

Apakah seorang istri seperti itu mampu bertahan dari godaan seks yang kuat, jika pada

suatu ketika, dia terposisikan secara paksa kepada suatu kondisi yang memungkinkannya

bermain seks dengan pria lain?

Apakah dalam situasi seperti itu, dia akan melawan, menolak

secara total meski keselamatannya terancam?

Atau apakah dia justru melihatnya sebagaipeluang untuk dimanfaatkan, dengan dalih ketidakberdayaan hokkibandar karena berada dibawah ancaman?

Pertanyaan-pertanyaan itu, secara kuat menyelimuti otak dudaku yang memang kotor dan suka

berhayal tentang hokki bandar penyimpangan seksual.

Sekaligus juga akhirnya melahirkan sebuah rencana biadab, yang jelas sarat dengan resiko

dosa dan hukum yang berat.

Aku ingin memperkosa Diah! Wuah! Tapi itulah memang tekad yang

terbangun kuat di otak binatangku.

Sesuatu yang membuatmu mulai hari itu, secara diam-diam

melakukan pengamatan dan penelitian intensif terhadap pasangan suami istri muda tersebut.

Kuamati, kapan keduanya mulai bangun, mulai tidur, makan dan bercengkrama.

Kapan saja si

Suami bepergian ke luar kota lebih dari satu malam, karena tugas perusahaannya sebuah

distributor peralatan elektronik yang cukup besar.

Dengan kata lain, kapan Diah, wanita

dengan sepasang buah dada dan pinggul yang montok sintal itu tidur sendirian di rumahnya.

Untuk diketahui, pasangan ini tidak punya pembantu. Saat itulah yang bakal kupilih untuk

momentum memperkosanya.

Menikmati bangun dan lekuk-lekuk tubuhnya yang memancing gairah,

sambil menguji daya tahan kesetiaannya sebagai istri yang bisa kukategorikan lumayan

setia.

Sebab setiap suaminya bepergian atau sedang keluar, wanita ini hanya mengunci diri

di dalam rumahnya.

Selama ini bahkan dia tak pernah kulihat meski hanya untuk duduk-duduk

di terasnya yang besar.

Itu ciri Ibu Rumah Tangga yang konservatif dan kukuh memegang

tradisi sopan-santun budaya wanita timur yang sangat menghormati suami.

Meski mungkin mereka sadar, seorang suami, yang terkesan sesetia apapun, jika punya

peluang dan kesempatan untuk bermain gila, mudah terjebak ke sana. Aku tahu suaminya, si

Nisfi selalu bepergian keluar kota satu atau dua malam, setiap hari Rabu.

Apakah benar-benar untuk keperluan kantornya, atau bisa jadi menyambangi wanita simpanannya yang lain.

Dan itu bukan urusanku.

Yang penting, pada Rabu malam itulah aku akan melaksanakan aksi

biadabku yang mendebarkan. Semua tahapan tindakan yang akan kulakukan terhadap wanita yang

di mataku semakin menggairahkan itu, kususun dengan cermat.

Aku akan menyelinap ke rumahnya hanya dengan mengenakan celana training minus celana

dalam, serta baju kaos ketat yang mengukir bentuk tubuh bidangku.

Buat Anda ketahui, aku

pria macho dengan penampilan menarik yang gampang memaksa wanita yang berpapasan denganku

biasanya melirik.

Momen yang kupilih, adalah pada saat Diah akan tidur. Karena berdasarka

hasil pengamatanku, hanya pada saat itu, dia tidak berkebaya, cuma mengenakan daster tipis

yang (mungkin) tanpa kutang.

Aku tak terlalu pasti soal ini, karena cuma bisa

menyaksikannya sekelebat saja lewat cara mengintip dari balik kaca jendelanya dua hari

lalu.

Kalau Diah cuma berdaster, berarti aku tak perlu disibukkan untuk melepaskan stagen,

baju, kutang serta kain yang membalut tubuhnya kalau lagi berkebaya. Sedang mengapa aku

cuma mengenakan training spack tanpa celana dalam, tahu sendirilah.

Aku menyelinap masuk ke dalam rumahnya lewat pintu dapur yang terbuka petang itu. Saat

Diah pergi mengambil jemuran di kebun belakangnya, aku cepat bersembunyi di balik tumpukan

karton kemasan barang-barag elektronik yang terdapat di sudut ruangan dapurnya. Dari sana,

dengan sabar dan terus berusaha untuk mengendalikan diri, wanita itu kuamati sebelum dia

masuk ke kamar tidurnya. Dengan mengenakan daster tipis dan ternyata benar tanpa kutang

kecuali celana dalam di baliknya.

Si Istri Setia itu memeriksa kunci-kunci jendela dan pintu rumahnya. Dari dalam kamarnya

terdengar suara acara televisi cukup nyaring.

Nah, pada saat dia akan masuk ke kamar

tidurnya itulah, aku segera memasuki tahapan berikut dari strategi memperkosa wanita

bertubuh sintal ini. Dia kusergap dari belakang, sebelah tanganku menutup mulutnya, sedang

tangan yang lain secara kuat mengunci kedua tangannya.

Diah terlihat tersentak dengan mata

terbeliak lebar karena terkejut sekaligus panik dan ketakutan. Dia berusaha meronta dengan

keras.

Tapi seperti adegan biasa di film-film yang memperagakan ulah para bajingan, aku

cepat mengingatkannya untuk tetap diam dan tidak bertindak bodoh melakukan perlawanan.

Hanya bedanya, aku juga mengutarakan permintaan maaf.

“Maafkan saya Mbak. Saya tidak tahan untuk tidak memeluk Mbak. Percayalah, saya tidak akan

menyakiti Mbak.

Dan saya bersumpah hanya melakukan ini sekali.

Sekali saja,” bisikku

membujuk dengan nafas memburu akibat nafsu dan rasa tegang luar biasa

Diah tetap tidak peduli. Dia berusaha mengamuk, menendang-nendang saat kakiku menutup

pintu kamarnya dan tubuhnya kepepetkan ke dinding.

“Kalau Mbak ribut, akan ketahuaan orang. Kita berdua bisa hancur karena malu dan aib.

Semua ini tidak akan diketahui orang lain. Saya bersumpah merahasiakannya sampai mati,

karena saya tidak mau diketahui orang lain sebagai pemerkosa,” bisikku lagi dengan tetap

mengunci seluruh gerakan tubuhnya.

Tahapan selanjutnya, adalah menciumi bagian leher belakang dan telinga

wanita beraroma

tubuh harum merangsang itu.

Sedang senjataku yang keras, tegang, perkasa dan penuh urat-

urat besar,

kutekankan secara keras ke belahan pantatnya dengan gerakan memutar, membuat

Diah semakin terjepit di dinding. Dia mencoba semakin kalap melawan dan meronta, namun

apalah artinya tenaga seorang wanita, di hadapan pria kekar yang sedang dikuasai nafsu

binatang seperti diriku.

Aksi menciumi dan menekan pantat Diah terus kulakukan sampai lebih kurang sepuluh menit.

Setelah melihat ada peluang lebih baik, dengan gerakan secepat kilat, dasternya

kusingkapkan.

Celana dalamnya segera kutarik sampai sobek ke bawah, dan sebelum wanita ini

tahu apa yang akan kulakukan, belahan pantatnya segera kubuka dan lubang anusnya kujilati

secara buas.

Diah terpekik. Sebelah tanganku dengan gesit kemudian menyelinap masuk

diantara selangkangannya dari belakang dan meraba serta meremas bagian luar kemaluannya,

tapi membiarkan bagian dalamnya tak terjamah.

Strategiku mengingatkan belum waktunya sampai ke sana. Aksi menjilat dan meremas serta

mengusap-usap ini kulakukan selama beberapa menit.

Diah terus berusaha melepaskan diri

sambil memintaku menghentikan tindakan yang disebutnya jahanam itu. Dia berulang-ulang

menyebutku binatang dan bajingan.

Tak soal. Aku memang sudah jadi binatang bajingan. Dan

sekarang sang bajingan sudah tanpa celana, telanjang sebagian.

“Akan kulaporkan ke suamiku,” ancamnya kemudian dengan nafas terengah-engah.

Aku tak menyahut sambil bangkit berdiri serta menciumi pundaknya. Lalu menempelkan batang

perkasaku yang besar, tegang dan panas diantara belahan pantatnya. Menekan dan memutar-

mutarnya dengan kuat di sana.

Sedang kedua tanganku menyusup ke depan, meraba, meremas dan

memainkan puting buah dada besar serta montok wanita yang terus berjuang untuk meloloskan

diri dari bencana itu.

“Tolong Mas Dartam, lepaskan aku. Kasihani aku,” ratapnya.

Aku segera menciumi leher dan belakang telinganya sambil berbisik untuk membujuk,

sekaligus memprovokasi.

“Kita akan sama-sama mendapat kepuasan Mbak. Tidak ada yang rugi, karena juga tidak akan

ada yang tahu.

Suamimu sedang keluar kota. Mungkin juga dia sedang bergulat dengan wanita

lain. Apakah kau percaya dia setia seperti dirimu,

” bujukku mesra.

“Kau bajingan terkutuk,” pekiknya dengan marah

Sebagai jawabannya, tubuh putih yang montok dan harum itu (ciri yang sangat kusenangi)

kali ini kupeluk kuat-kuat, lalu kuseret ke atas ranjang dan menjatuhnya di sana.

Kemudian

kubalik, kedua tangannya kurentangkan ke atas. Selanjutnya, ketiak yang berbulu halus dan

basah oleh keringat milik wanita itu, mulai kuciumi.

Dari sana, ciumanku meluncur ke

sepasang buah dadanya. Menjilat, menggigit-gigit kecil, serta menyedot putingnya yang

terasa mengeras tegang.

“Jangan Mas Darta. Jangan.. Tolong lepaskan aku.”

Wanita itu menggeliat-geliat keras. Masih tetap berusaha untuk melepaskan diri.

Tetapi aku terus bertindak semakin jauh. Kali ini yang menjadi sasaranku adalah perutnya.

Kujilat

habis, sebelum pelan-pelan merosot turun lebih ke bawah lalu berputar-putar di bukit

kemaluannya yang ternyata menggunung tinggi, mirip roti.

Sementara tanganku meremas dan

mempermainkan buah dadanya, kedua batang paha putih dan mulusnya yang menjepit rapat,

berusaha kubuka.

Diah dengan kalap berusaha bangun dan mendorong kepalaku. Kakinya menendang-nendang kasar.

Aku cepat menjinakkannya, sebelum kaki dan dengkul yang liar itu secara telak membentur

dua biji kejantannanku.

Bisa celaka jika itu terjadi. Kalau aku semaput, wanita ini pasti

lolos.

Setelah berjuang cukup keras, kedua paha Diah akhirnya berhasil kukuakkan.

Kemudian

dengan keahlian melakukan cunnilingus yang kumiliki dari hasil belajar, berteori dan

berpraktek selama ini, lubang dan bibir kelamin wanita itu mulai menjadi sasaran lidah dan

bibirku.

Tanpa sadar Diah terpekik, saat kecupan dan permainan ujung lidahku menempel kuat di

klitorisnya yang mengeras tegang. Kulakukan berbagai sapuan dan dorongan lidah ke bagian-

bagian sangat sensitif di dalam liang senggamanya,

sambil tanganku terus mengusap, meremas

dan memijit-mijit kedua buah dadanya. Diah menggeliat, terguncang dan tergetar, kadang

menggigil,

menahan dampak dari semua aksi itu. Kepalanya digeleng-gelengkan secara keras.

Entah pernyataan menolak, atau apa.

Sambil melakukan hal itu, mataku berusaha memperhatikan permukaan perut si Istri Setia

ini.

Dari sana aku bisa mempelajari reaksi otot-otot tubuhnya, terhadap gerakan lidahku

yang terus menyeruak masuk dalam ke dalam liang senggamanya.

Dengan sentakan-sentakan dan

gelombang di bagian atas perut itu, aku akan tahu, di titik dan bagian mana Diah akan

merasa lebih terangsang dan nikmat.

Gelombang rangsangan yang kuat itu kusadari mulai melanda Diah secara fisik dan emosi,

ketika perlawanannya melemah dan kaki serta kepalanya bergerak semakin resah.

Tak ada

suara yang keluar, karena wanita ini menutup bahkan menggigit bibirnya.

Geliat tubuhnya

bukan lagi refleksi dari penolakan, tetapi (mungkin) gambaran dari seseorang yang mati-

matian sedang menahan kenikmatan. Berulang kali kurasakan kedua pahanya bergetar.

Kemaluannya banjir membasah.

Ternyata benar analisa otak kotorku beberapa pekan lalu.

Bahwa sesetia apapun seorang

Istri, ada saat di mana benteng kesetiaan itu ambruk, oleh rangsangan seksual yang

dilakukan dalam tempo relatif lama secara paksa, langsung, intensif serta tersembunyi oleh

seorang pria ganteng yang ahli dalam masalah seks.

Diah telah menjadi contoh dari hal itu.

Mungkin juga ketidakberdayaan yang telah membuatnya memilih untuk pasrah. Tetapi rasanya

aku yakin lebih oleh gelora nafsu yang bangkit ingin mencari pelampiasan akibat rangsangan

yang kulakukan secara intensif dan ahli di seluruh bagian sensitif tubuhnya.

Aksiku selanjutnya adalah dengan memutar tubuh,

berada di atas Diah, memposisikan batang

kejantananku tepat di atas wajah wanita yang sudah mulai membara dibakar nafsu birahi itu.

Aku ingin mengetahui, apa reaksinya jika terus kurangsang dengan batang perkasaku yang

besar dan hangat tepat berada di depan mulutnya. Wajahku sendiri, masih berada diantara

selangkangannyadengan lidah dan bibir terus menjilat serta menghisap klitoris dan liang

kewanitaannya.

Paha Diah sendiri, entah secara sadar atau tidak, semakin membuka lebar, sehingga

memberikan kemudahan bagiku untuk menikmati kelaminnya yang sudah membanjir basah.

Mulutnya berulangkali melontarkan jeritan kecil tertahan yang bercampur dengan desisan.

Aksi itu kulakukan dengan intensif dan penuh nafsu, sehingga berulang kali kurasakan paha

serta tubuh wanita cantik itu bergetar dan berkelojotan.Cerita Sex Hot

Beberapa menit kemudian mendadak kurasa sebuah benda basah yang panas menyapu batang

kejantananku,

membuatku jadi agak tersentak. Aha, apalagi itu kalau bukan lidah si Istri

Setia ini. Berarti,

selesailah sudah seluruh perlawanan yang dibangunnya demikian gigih

dan habis-habisan tadi.

Wanita ini telah menyerah. Namun sayang,

jilatan yang dilakukannya

tadi tidak diulanginya, meski batang kejantananku sudah kurendahkan sedemikian rupa,

sehingga memungkinkan mulutnya untuk menelan bagian kepalanya yang sudah sangat keras,

besar dan panas itu.

Boleh jadi wanita ini merasa dia telah menghianati suaminya jika melakukan hal itu,

menghisap batang kejantanan pria yang memperkosanya!

Tak apa. Yang penting sekarang, aku

tahu dia sudah menyerah. Aku cepat kembali membalikkan tubuh. memposisikan batang

kejantananku tepat di depan bukit kewanitaannya yang sudah merekah dan basah oleh cairan

dan air ludahku.

Aku mulai menciumi pipinya yang basah oleh air mata dan lehernya.

Kemudian kedua belah ketiaknya. Diah menggelinjang liar sambil membuang wajahnya ke

samping. Tak ingin bertatapan denganku.

Buah dadanya kujilati dengan buas, kemudian berusaha kumasukan sedalam-dalamnya ke dalam

mulutku.

Tubuh Diah mengejang menahan nikmat. Tindakan itu kupertahankan selama beberapa

menit.

kemudian batang kejantananku semakin kudekatkan ke bibir kemaluannya. Ah..,

wanita

ini agaknya sudah mulai tidak sabar menerima batang panas yang besar dan akan memenuhi

seluruh liang sanggamanya itu.

Karena kurasa pahanya membentang semakin lebar, sementara

pinggulnya agak diangkat membuat lubang sanggamanya semakin menganga merah.

“Mbak Mar sangat cantik dan merangsang sekali. Hanya lelaki yang beruntung dapat menikmati

tubuhmu yang luar biasa ini,” gombalku sambil menciumi pipi dan lehernya.

“Sekarang punyaku akan memasuki punya Mbak. Aku akan memberikan kenikmatan yang luar biasa

pada Mbak. Sekarang nikmatilah dan kenanglah peristiwa ini sepanjang hidup Mbak.”

Setelah mengatakan hal itu, sambil menarik otot di sekitar anus dan pahaku agar ketegangan

kelaminku semakin meningkat tinggi, liang kenikmatanwanita desa yang bermata bulat jelita

itu, mulai kuterobos. Diah terpekik, tubuhnya menggeliat, tapi kutahan. Batang

kejantananku terus merasuk semakin dalam dan dalam, sampai akhirnya tenggelam penuh di

atas bukit kelamin yang montok berbulu itu.

Untuk sesaat, tubuhku juga ikut bergetar menahan kenikmatan luar biasa pada saat liang

kewanitaan wanita ini berdenyut-deyut menjepitnya. Tubuhku kudorongkan ke depan, dengan

pantat semakin ditekan ke bawah, membuat pangkal atas batang kejantananku menempel dengan

kuat di klitorisnya. Diah melenguh gelisah.

Tangannya tanpa sadar memeluk tubuhku dengan

punggung melengkung. Kudiamkan dia sampai agak lebih tenang, kemudian mulailah gerakan

alamiah untuk coitus yang membara itu kulakukan.

Diah kembali terpekik sambil meronta dengan mulut mendesis dan melengguh. Tembakan batang

kejantananku kulakukan semakin cepat, dengan gerakan berubah-ubah baik dalam hal sudut

tembakannya, maupun bentuknya dalam melakukan penetrasi. Kadang lurus, miring, juga

memutar, membuat Diah benar-benar seperti orang kesurupan.

Wanita ini kelihatanya sudah

total lupa diri. Tangannya mencengkram pundakku, lalu mendadak kepalanya terangkat ke

atas, matanyaterbeliak, giginya dengan kuat menggigit pundakku.

Dia orgasme! Gerakan keluar-masuk batang kejantananku kutahan dan hanya memutar-mutarnya,

mengaduk seluruh liang sanggama Diah, agar bisa menyentuh dan menggilas bagian-bagian

sensitif di sana.

Wanita berpinggul besar ini meregang dan berkelonjotan berulang kali,

dalam tempo waktu sekitar dua puluh detik. Semuanya kemudian berakhir. Mata dan hidungnya

segera kuciumi. Pipinya yang basah oleh air mata, kusapu dengan hidungku.

Tubuhnya kupeluk semakin erat, sambil mengatakan permintaan maaf atas kebiadabanku. Diah

cuma membisu. Kami berdua saling berdiaman. Kemudian aku mulai beraksi kembali dengan

terlebih dahulu mencium dan menjilati leher, telinga, pundak, ketiak serta buah dadanya.

Kocokan kejantananku kumulai secara perlahan.

Kepalanya kuarahkan ke bagian-bagian yang

sensitif atau G-Spot wanita ini. Hanya beberapa detik kemudian, Diah kembali gelisah.

Kali ini aku bangkit, mengangkat kedua pahanya ke atas dan membentangkannya dengan lebar,

lalu menghujamkan batang perkasaku sedalam-dalamnya.

Diah terpekik dengan mata terbeliak,

menyaksikan batang kejantananku yang mungkin jauh lebih besar dari milik suaminya itu,

berulang-ulang keluar masuk diantara lubang berbulu basah miliknya. Matanya tak mau lepas

dari sana. Kupikir, wanita ini terbiasa untuk berlaku seperti itu, jika bersetubuh.

Wajahnya kemudian menatap wajahku.Cerita Sex Hot

“Mas…” bisiknya.

Aku mengangguk dengan perasaan lebih terangsang oleh panggilan itu, kocokanbatang

kejantananku kutingkatkan semakin cepat dan cepat, sehingga tubuh Diah terguncang-guncang

dahsyat.

Pada puncaknya kemudian, wanita ini menjatuhkan tubuhnya di tilam, lalu

menggeliat, meregang sambil meremas sprei.

Aku tahu dia akan kembali memasuki saat orgasme

keduanya.

Dan itu terjadi saat mulutnya melontarkan pekikan nyaring, mengatasi suara Krisdayanti

yang sedang menyanyi di pesawat televisi di samping ranjang. Pertarungan seru itu kembali

usai.

Aku terengah dengan tubuh bermandi keringat, di atas tubuh Diah yang juga basah

kuyup. Matanya kuciumi dan hidungnya kukecup dengan lembut. Detak jantungku terasa memacu

demikian kuat. Kurasakan batang kejantananku berdenyut-denyut semakin kuat.

Aku tahu, ini

saat yang baik untuk mempersiapkan orgasmeku sendiri.

Tubuh Diah kemudian kubalikkan, lalu punggungnya mulai kujilati. Dia mengeluh. Setelah

itu, pantatnya kubuka dan kunaikkan ke atas, sehingga lubang anusnya ikut terbuka. Jilatan

intensifku segera kuarahkan ke sana, sementara jariku memilin dan mengusap-usap

klitorisnya dari belakang.

Diah berulang kali menyentakkan badannya, menahan rasa ngilu itu. Namun beberapa menit

kemudian, keinginan bersetubuhnya bangkit kembali. tubuhnya segera kuangkat dan kuletakkan

di depan toilet tepat menghadap cermin besar yang ada di depannya. Dia kuminta jongkok di

sana, dengan membuka kakinya agak lebar.

Setelah itu dengan agak tidak sabar, batang kejantananku yang terus membesar keras,

kuarahkan ke kelaminnya,

lalu kusorong masuk sampai ke pangkalnya. Diah kembali terpekik.

Dan pekik itu semakin kerap terdengar ketika batang kejantananku keluar masuk dengan cepat

di liang sanggamanya. Bahkan wanita itu benar-benar menjerit berulangkali dengan mata

terbeliak, sehingga aku khawatir suaranya bisa didengar orang di luar.

Wanita ini kelihatannya sangat terangsang dengan style bersetubuh seperti itu. Selain

batang kejantananku terasa lebih dahsyat menerobos dan menggesek bagian-bagian

sensitifnya, dia juga bisa menyaksikan wajahku yang tegang dalam memompanya dari belakang.

Dan tidak seperti sebelumnya, Diah kali ini dengan suara gemetar mengatakan dia akan

keluar.

Baca JUga Cerita Seks Kak Risa

Aku cepat mengangkat tubuhnya kembali ke ranjang. menelentangkannya di sana, kemudian

menyetubuhinya habis-habisan, karena aku juga sedang mempersiapkan saat orgasmeku. Aku

akan melepas bendungansperma di kepala kejantananku, pada saat wanita ini memasuki

orgasmenya. Dan itu terjadi, sekitar lima menit kemudian. Diah meregang keras dengan tubuh

bergetar. Matanya yang cantik terbeliak.

Maka orgasmeku segera kulepas dengan hujaman batang kejantanan yang lebih lambat namun

lebih kuat serta merasuk sedalam-dalamnya ke liang kewanitaan Diah. Kedua mata wanita itu

kulihat terbalik, Diah meneriakkan namaku saat spermaku menyembur berulang kali dalam

tenggang waktu sekitar delapan detik ke dalam liang sanggamanya.

Tangannya dengan kuat

merangkul tubuhku dan tangisnya segera muncul. Kenikmatan luar biasa itu telah memaksa

wanita ini menangis.

Aku memejamkan mata sambil memeluknya dengan kuat, merasakan nikmatnya orgasme yang

bergelombang itu. Ini adalah orgasmeku yang pertama dan penghabisanku dengan wanita ini.

Aku segera berpikir untuk berangkat besok ke Kalimantan,

ke tempat pamanku. Mungkin

seminggu, sebulan atau lebih menginap di sana. Aku tidak boleh lagi mengulangi perbuatan

ini. Tidak boleh, meski misalnya Diah memintanya

Baca Cerita Seks sebelumnya :Cerita Sex Ngentot Sekretaris di Kantor

– END – by www.ceritadaunmuda.club

Cerita Seks Bergambar , Cerita Daun Muda , Cerita Seks Ngentot , Cerita Mesum , Cerita Seks Dewasa , Cerita Panas , Cerita Bokep , Cerita Bokep , Cerita Sex , Cerita Sex Bergambar , Cerita Horny , Cerita Sange , Cerita 18 , Cerita Libido , Cerita Gairah , Cerita ABG , Daun Muda , Duda Ngentot , Kisah Seks , Kisah Ngentot , Cerita Seks Terbaru , Cerita Seks Lengkap , Majalah Sex , Majalah Cerita Sex , Cerita Sex Hot Dewasa , Foto Bokep , Foto Bugil , Bokep ABG,Cerita Sex Pengalaman Yang Tak Terlupakan Bersama Ibu Dan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *